Cara Memilih Manlift untuk Proyek di Tangerang
01 Analisis Jenis Pekerjaan
Identifikasi apakah untuk maintenance rutin, instalasi MEP, atau konstruksi berat agar pemilihan jenis unit lebih akurat. Pekerjaan pada plafon gudang yang membutuhkan gerakan vertikal dapat menggunakan scissor lift. Sebaliknya, pekerjaan pada bagian luar gedung yang membutuhkan jangkauan horizontal dapat membutuhkan boom lift.
02 Jangkauan Vertikal & Horizontal
Jangan hanya terpaku pada tinggi kerja. Pastikan horizontal reach mampu menjangkau titik terjauh tanpa menggeser alat. Pekerjaan vertikal dapat mempertimbangkan scissor lift. Pekerjaan yang membutuhkan jangkauan dapat mempertimbangkan boom lift. Area sempit dapat membutuhkan unit dengan dimensi yang lebih ringkas.
03 Kalkulasi Beban Total
Pastikan kapasitas platform mencakup berat total: pekerja + material instalasi + peralatan pendukung (mesin bor, kabel, dll). Total beban harus berada dalam batas kapasitas yang ditentukan oleh produsen.
04 Akses & Kondisi Medan
Pastikan unit muat melewati gerbang, pintu, atau lorong. Periksa pula apakah permukaan lantai/tanah mampu menopang beban unit. Untuk pekerjaan indoor, dimensi alat dan sumber tenaga juga perlu diperhatikan. Sementara itu, pekerjaan outdoor membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi permukaan dan lingkungan kerja.
05 Lingkungan Kerja (Indoor vs Outdoor)
Sesuaikan pilihan unit dengan spesifikasi lingkungan kerja di bawah ini:
Manlift Indoor
Untuk pekerjaan dalam gedung, pertimbangkan:
- Lebar unit
- Tinggi unit
- Radius putar
- Akses pintu
- Kondisi lantai
- Sumber tenaga
- Emisi
Manlift Outdoor
Untuk pekerjaan luar ruangan, perhatikan:
- Kondisi tanah
- Kemiringan
- Ruang kerja
- Jangkauan
- Kondisi lingkungan
- Hambatan di sekitar proyek

